How to make a good business even better
May 21, 2008
How to make a good business even better
Fall 2004
Successful small business owners know that ongoing improvements play a big role in business growth. Your competitors can be a key source for inspiration.
Managers of large corporations regularly and systematically look at the performance of other companies to determine how they compare and where they can improve. Your business may be smaller, but it can still benefit if you follow the lead of bigger companies. Whether the review you conduct is formal or informal, complex or simple, a benchmarking exercise can help reduce costs, improve performance, and infuse your business with new ideas.
While you’re conducting your review, CIBC business advisors and their team of specialists can direct you to relevant data sources, and provide feedback to help you focus on the areas that are most important to your business.
Following are some suggestions to help you with your evaluation process.
| 1. Understanding your challenges | ||
| As with any undertaking, the first step is to understand your challenges. What area of the business do you want to evaluate? What key processes affect performance? Where do you suspect there might be room for improvement? Some of the most common areas for examination include cost control, inventory management, customer service, IT, and human resources. | ||
| 2. Identifying your measures | ||
| Break down the general area for study by selecting one specific process at a time (such as order taking) rather than looking at an entire system (such as fulfilment), which comprises many processes. This will produce the most meaningful results and a greater likelihood of making real and lasting change in a reasonable time frame. | ||
| 3. Collecting your information | ||
| What data will you need to gather to establish your baseline position in the chosen area?
Financial figures aren’t the only ones worth examining. For example, if you are studying product delivery, you could look at shipment times, percentage of late shipments, and customer feedback, in addition to actual shipping costs. If the area you want to study is intangible, try to determine measurable items that are related. To explore employee satisfaction, for instance, you might monitor employee turnover and absenteeism. |
||
| 4. Looking externally | ||
| Having established a baseline for your firm’s past performance, it’s time to look outward. How will you select the other companies?
In addition to comparing your business to your direct competitors, you might also find useful data from firms in other industries that operate in a geographic area similar to yours or that serve a similar demographic market. There are several ways to collect the information you need. Quantitative data on standard business numbers such as revenue, cost of goods sold, and debt to equity ratio can be acquired from government and industry resources. For more qualitative data, you might consider interviewing a company rep or using a survey. Many companies are willing to provide information. |
||
| 5. Analyzing the data | ||
| The significant part of the analysis is uncovering major gaps between internal and external data. You can use these differences as a guideline to discover where there is room for improvement. Keep in mind, however, that every company is different, so some of the gaps may simply reflect a particular focus or priority of your company.
For example, your production and staffing costs might be twice those of your competitor; but if your unique selling proposition is to provide superior quality, those costs may well be warranted. |
||
| 6. Finding the solution | ||
| Your findings will provide the foundation for improvements. Sometimes, they will hold the actual solution (as in changing suppliers to cut costs), while, in other cases, they will signal an area where further research or some creative brainstorming is required.
Always consider the big picture. For example, a faster ordering process may reduce costs, but it may also reduce your ability to develop relationships with your customers. |
||
| 7. Implementing new processes | ||
Here are some key principles to follow at the implementation stage:
|
||
At the end of the time frame, review your benchmark data. You may well find that even small improvements to the way you run your business can bring large rewards in efficiency and profitability.
Discuss your business plans and goals with your CIBC business advisor, who can help you meet your company’s financial goals.
Trademarks and Disclaimers
The information in this article is believed to be accurate at the time of publishing; CIBC is not liable for any errors or omissions. This article is intended to provide general information and should not be construed as specific legal or tax advice. Individual circumstances and current events are critical to sound planning; anyone wishing to act on this article is best instructed to consult his/her CIBC business advisor.
™ Trademark of CIBC.
“CIBC For what matters.” is a TM of CIBC.
MESIN UANG GRATIS
May 11, 2008
Tapi isi lah dengan hal – hal yang lebih menguntungkan.
Dengan hanya membayar kurang dari Rp.100,000,-(jika belum ada perubahan harga) Cobalah masuk ke link ini;
http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99 bacalah dengan pelan dan seksama.
dan untuk
gratisan…klik link ini;
http://www.slashmysearch.com/earn/id/99421
Cukup dengan satu jam kerja di warnet atau di rumah sendiri sambil ngemong anak anda atau sambil bercengkrama dengan keluarga.
Berpikirla positif karena sesuatu hanya akan berhsil jika kita sungguh-sungguh melakukannya.
Sistem Mesin Uang Otomatis
May 11, 2008
Sekilas Keterkaitan PKS dan Negara Islam Indonesia
May 11, 2008
Syarikat islam(SI) merah(semaun,darsono,dll), cikal bakal PKI.
Syarikat islam(Kartosuwiryo, agus salim)Kartosuwiryo(SMK) kemudian dipecat dari SI,
NII filah(komandan2 DI/TII)
NII militer(bikinan Intelijen dan para pengkhianat DI/TII)dengan siasat pemerintah, sekitar tahun 1976(kalo ga salah)NII filah dan NII militer dapat digabungkan, kemudian terpilihlah daud beureuh sebagai imam NII, pada waktu itu ajengan masduki tidak setuju dengan keputusan penggabungan ini maka beliau membentuk kelompok sendiri yg pada akhirnya kelompok masduki ini diinfiltrasi oleh intel kemudian terprovokasi untuk melakukan bom2 teror di nusantara.NII filah difitnah sebagai basis intel(BAKIN/BAIS), sehingga terjadi peristiwa pembunuhan 20 orang tokoh NII filah..akhirnya NII filah memisahkan diri lagi.Sekitar tahun 80-an NII terpecah menjadi beberapa faksi, beberapa tokoh NII(Abdulah sungkar,Abu bakar Basyir)hijrah ke malaysia dan menyusun kekuatan di malaysia, kemudian mereka membentuk Jamaah islamiyah, anggota2nya banyak yg dikirim ke afghan untuk mendapat pelatihan perang.JI ini pun terkooptasi oleh intel dengan adanya peristiwa poso..tahun 1999 abdulah sungkar meninggal dunia,kemudian Basyir tepilih jadi imam JI tapi sekitar thn 2000(kalo ga salah)..Abu bakar Basyir terpilih jadi pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia(MMI)sehingga jabatan imam di JI dicopot..kemudian JI dipegang oleh Hambali cs.Balik lagi ke NII..NII terpecah menjadi beberapa faksi, karena terpecah inilah pemerintah menyusupkan satu sempalan NII yg kita kenal sebagai NII KW9 yg dipimpin oleh Abu Toto..tujuannya untuk membuat rakyat phobia terhadap islam termasuk dengan bom2 teror yg terjadi pada waktu itu.kebijakan pemerintah untuk menghancurkan dan mengendalikan harakah islam:
Partai islam harus direstui o/ presiden dan dikendalikan oleh BIN(ali murtopo)
Melakukan infiltrasi dan provokasi terhadap setiap pergerakan islam untuk justifikasi penangkapan tokoh2nya,dengan alasan makar lah..teroris lah,dsb.
Ali murtopo menugaskan salah satu anak buahnya yaitu Hilmi Aminudin untuk membuat suatu gerakan islam yg cinta damai, tidak melakukan makar,dll…gerakannya kita kenal di kampus-kampus dengan sebutan Tarbiyah yg menjadi cikal bakal PK dan tahun 1999 berubah menjadi Partai
Keadilan Sejahtera(PKS) .
singkatnya seperti itu..sebenernya lumayan rumit dan saling berkaitan.Islam dan qur’an itu diturunkan tidak untuk membuat kita susah, jadi tunggu apa lagi?
ga usah diliat dari namanya..tapi liat dari segi akidahnya, ibadahnya, caranya, tujuannya,dll..kalau semua itu bener..ya itulah yg bener mau namanya NII, DI/TII, atau apapun lah silahkan ikut berjuang.berminat silahkan hubungi saya di :Rampal_idez@yahoo.com
Untuk beli buku Klik di Sini, Miliki Sistem Mesin Uang OtomatisSekarang Juga!
Bisnis Informasi
May 11, 2008
Berkumpul bersama keluarga tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk bersantai. Bisa dengan mengajak keluarga berwisata ke suatu tempat, makan bersama di restoran terkenal, atau berkunjung ke sanak saudara di lain kota.
Pasti kan berlibur sambil menghasilkan uang…
gabung di link ini;
http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99
ಆಟು ಇನಿ http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99
atau free ದಿಸಿನಿ http://www.slashmysearch.com/earn/id/99421
KERAJA SATU JAM SAJA
May 10, 2008
Aku dapatkan penghasilan sambil ngaso di rumah atau di warnet terdekat cukup satu jam saja…seperti sebuah lagu…SATU JAM SAAAAA..JA…selanjutnya duit ngalir terus…hore…just sale informasi tok…
Ulasan Orang Jepang Lagi dari PT. ASIA Brand
May 10, 2008
------------------------------------------------------ ** Orang Jepang Internet Marketing Center ** Pusat Pembelajaran Internet Marketing PERTAMA Dan Terbaik di Indonesia ------------------------------------------------------- Hello gays9 Tipe Kepribadian Entrepreneur – Yang Manakah Tipe Kepribadian anda? 1. The Improver. Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki. Anda menggunakan perusahaan Anda untuk ‘memperbaiki dunia’. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi. Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop. 2. The Advisor. Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka. Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur: John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm. 3. The Superstar. Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri. Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics. Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts. 4. The Artist. Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll. Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun. Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert. Sebenarnya masih ada 5 tipe kepribadian entrepreneur lainnya. Kami akan mengirimkannya kepada Anda besok. Jadi tunggu saja ya!
Karena dengan mengetahui tipe kepribadian dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam memimpin bisnis. Apabila anda ingin lebih terarah dan tertarget dalam memasarkan bisnis melalui internet, bergabunglah bersama Asian Brain Internet Marketing Center. Gabung melalui link ini:
http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99
Bila ada pertanyaan, jangan sungkan untuk email kepada kami
melalui http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99
5. The Visionary. Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan. Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc. 6. The Analyst. Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah. Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel. 7. The Fireball. Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si ‘Bola Api’ ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun. Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana bisnis. Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine. 8. The Hero. Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan. Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar. Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka. Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE. 9. The Healer. Jika Anda adalah seorang ‘penyembuh’, Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam. Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan ‘kepenyembuhan’ Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah. Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben & Jerry’s Ice Cream. Nah, dengan mengetahui 9 tipe kepribadian dalam menjalankan sebuah bisnis, Rudi bisa lebih terarah dalam membangun bisnis . Tapi yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis itu sendiri, termasuk bagaimana cara memasarkannya *melalui internet*. http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99 Jika Anda berminta belajar bagaimana cara memasarkan bisnis melalui Internet, silakan bergabung lewat link ini : http://www.formulabisnis.com/?id=Rudianto99 Salam, Orang Jepang Team Berikut ini, kami akan berbagi kiat-kiat sukses menjadi netpreneur, diantaranya adalah: 1. Kecepatan. Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan. 2. Kemampuan Beradaptasi. Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya –baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli-. 3. Eksperimen. Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan “market research” yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda . 4. Inovasi Yang Konstan. Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting. 5. Kolaborasi. Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan. 6. Jadilah Penggerak Distribusi. Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi –penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -. Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis. 7. Fokus Pada Niche Market. Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market atau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya, kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan pasar yang baru. 8. Jadilah Multidisipliner. Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu, seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin ilmu.
Menjadi netpreneur
May 10, 2008
Berikut ini,kutipan orang dari orang Jepang Kami akan berbagi kiat-kiat sukses menjadi netpreneur, diantaranya adalah: 1. Kecepatan. Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan. 2. Kemampuan Beradaptasi. Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya –baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli-. 3. Eksperimen. Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan “market research” yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda . 4. Inovasi Yang Konstan. Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting. 5. Kolaborasi. Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan. 6. Jadilah Penggerak Distribusi. Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi –penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -. Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis. 7. Fokus Pada Niche Market. Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market atau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya, kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan pasar yang baru. 8. Jadilah Multidisipliner. Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu, seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin ilmu.
KAMUS MANAJEMEN SDM
May 10, 2008
Ability adalah sutu ciri biologis yaang memungkinkan seseorang melakukan sesuatu yang bersifat mental atau fisik. suka kita dengar seperti di sepak boal ability..kemampuan fisik dan mental.
Accomodation Stage Sociality adalah semua aktivitas sosial yang dilakukan atau dialami setelah memperoleh pekerjaan atau memasuki suatu organisasi.
Achievment Need adalah orang yang memilikikebutuhan berprestasi yang tinggi memperolehkepusan dari penyelesaia tugas.
Assesment Centres adalah suatu teknik evaluasi yang menggunakan latihan situasi yang mengidentifikasikan pegawai yang dapt promosi, dapat dilatih dan sangat berpotensi.




